Media Alternatif Sebagai Bentuk Perlawanan Masyarakat Terhadap Defisit Demokrasi Media (Studi Kasus pada Pemberitaan Wadas di Media)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Clarissa Adeline
Cassie Ruth Regina S
Catharina Susy Triputranti

Abstrak

Media massa memegang peranan penting dalam masyarakat sebagai ruang publik. Keberadaan media massa harus dapat menciptakan ruang diskusi dan aspirasi bagi masyarakat, dan bersifat independen. Namun, pada kenyataannya, konglomerasi media oleh para elit menciptakan monopoli media, yang pada akhirnya peran ruang publik semakin terkikis dan adanya defisit demokrasi di media. Pemberitaan media cenderung berpihak pada penguasa dan elit, dan bukan pada masyarakat, seperti contoh dalam pemberitaan kasus Wadas. Namun begitu, media alternatif hadir sebagai bentuk gerakan masyarakat dalam melawan defisit demokrasi media yang terjadi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi media mainstream dan alternatif dalam memberitakan kasus Wadas, sebagai kajian kritis dan solusi atas defisit demokrasi yang terjadi. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan studi kepustakaan. Hasil studi menunjukan bahwa terdapat bias pemberitaan media yang menjadi penyebab adanya defisit demokrasi media. Namun begitu, media alternatif hadir sebagai sebuah bentuk gerakan masyarakat counter public dalam membangkitkan kembali ruang publik dan demokrasi media.


 


Kata kunci: Media massa, Defisit demokrasi media, Media alternatif, Ruang publik

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Adeline, C., S, C. R. R., & Susy Triputranti, C. (2023). Media Alternatif Sebagai Bentuk Perlawanan Masyarakat Terhadap Defisit Demokrasi Media (Studi Kasus pada Pemberitaan Wadas di Media). Lensa, 17(2), 21–43. Diambil dari https://jurnalunpri.ac.id/index.php/lo/article/view/115